Kerinci Pos

Aliran Air Rusak Persawahan

Sungai Meluap, Badan Jalan Terendam

Topan Merangin | Sabtu, 04 Mei 2013 - 11:28:29 WIB | dibaca: 264 pembaca

MELUAP : Kawasan jalan Hiang-Pungut terendandam banjir akibat luapan sungai.

KERINCI- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kerinci pada Kamis 2 Mei 2013, telah menyebabkan sejumlah sungai meluap. Akibat dari meluapnya sungai tersebut, menyebabkan badan jalan Hiang-Pungut terendam. 
Tidak hanya terendam, melainkan badan jalan Hiang-Pungut di Muara Air Dua Kecamatan Sitinjau Laut dipotong aliran sungai. Soalnya, aliran sungai yang seharusnya melalui parit di pinggir jalan, menerobos pagar betton hingga masuk ke badan jalan. 
Masuknya air ke badan jalan, disamping parit yang sempit juga karena rusaknya gorong-gorong di jalan baru menuju area perkebunan warga. Menurut petani di sekitar lokasi, kejadian tersebut tidak hanya terjadi kemarin, melainkan sudah berlangsung cukup lama.
“Sejak dibuka jalan baru ke perkebunan di sana, jalan ini mulai terendam. Karena saluran air sempit, jadi ketika hujan arus sungai tidak tertampung,” kata Masitah, salah seorang petani kepada Kerinci Pos, kemarin.
Dikatakan Masitah, akibat dari seringnya air meluap ke permukaan jalan, membuat aspal jalan di Muara Air Dua mengelupas. Bahkan, jalan sepanjang lebih kurang 500 meter nyaris tanpa aspal, serta keadaannya rusak bahkan dapat dikatakan hancur,
“Cobalah lihat sendiri keadaan jalan ini, tidak ada aspal lagi. Penuh lobang, badan jalan dipenuhi kerikil hingga batu besar yang terbawa arus sungai,” terangnya.
Pantauan Kerinc Pos dilokasi banjir, Jum’at (3/5) mendapati aliran air sungai sudah memotong badan jalan. Disamping merusak jalan, arus sungai tersebut juga masuk ke lahan persawahan warga. Tentu saja, kondisi ini sangat merugikan petani dan pengguna jalan, apalagi
keadaannya tidak segera diatasi.
Warga berharap, Pemkab Kerinci segera melakukan perbaikan, agar kejadian yang sama tidak terulang dikemudian hari. Disamping itu, warga juga berharap Pemkab Kerinci memperbaiki jalan, bila tidak bisa diaspal secara menyeluruh untuk dapat dilakukan tambal sulam.
“Sudah berlobang semua, saya rasa kerusakan jalan ini tidak hanya sebatas ini. Tapi, keadaan yang sama sampai ke Pungut Mudik,” kata Masitah.(cr1)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)