Politik

Untuk Mendongkrak Elektabilitas Caleg 2014

Primordial Diprediksi Kalahkan Finansial

Topan Merangin | Jumat, 24 Mei 2013 - 12:44:24 WIB | dibaca: 255 pembaca

BANGKO- Pola pikir masyarakat dalam menentukan pilihan dengan mengutamakan sisi kekeluargaan, kesukuan maupun kedaerahan, atau yang dikenal dengan istilah Primordial, oleh sejumlah pengamat diperkirakan akan berpengaruh besar guna mendongkrak elektabilitas caleg pada pemilihan wakil rakyat dalam pemilu legislatif 2014 mendatang.
Khusus untuk pemilihan anggota legislatif di tingkat daerah dan tidak terkecuali di Merangin, isu tersebut bahkan diperkirakan akan mampu meredam fenomena politik uang, atau strategi politik caleg dengan mengutamakan kelebihan Finansial yang juga tak kalah populer hampir pada setiap pemilihan.
    Demikian diungkapkan Pengamat Politik Jambi, Dasril Radjab. Menurut Dasril, Penganut Primordial yang disebutnya dengan pemilih tradisional yang memberikan hak pilihnya dengan lebih mengutamakan alasan kekeluargaan atau kedaerahan. Meskipun tidak mutlak, sisi ini dikatakannya lebih mendominasi pengaruh dukungan bagi masing – masing kandidat caleg.
‘’Pemilih tradisional ini akan mempengaruhi dan membangkitkan emosional bahwa putra mereka yang terbaik, dan itu bisa menjadi pemicu orang untuk membuat pilihan,” terang Dasril.
Bahkan menurutnya, meski strategi menarik simpati dengan menggunakan uang, atau Money Politik juga bakal sulit dihindari di Pemilukada Merangin, namun fenomena itu stidaknya akan teredam oleh isu primordial. Hal ini cukup beralasan, mengingat sebagian besar masyarakat Merangin saat ini sudah jeli dan memiliki kesadaran politik yang cukup tinggi, maka sebagian besar pemilih tidak akan tergiur lagi dengan strategi politik uang ini.
‘’Saya melihat kesadaran politik masyarakat terus meningkat seiring waktu, artinya masyarakat semakin jeli, mereka sudah tidak tertarik lagi dengan iming – iming sejumlah uang atau materi, karena mereka sudah menyadari bahwa penentu nasib daerah kedepan ada pada diri mereka masing – masing,” lanjutnya.
Demikian juga yang disampaikan pemerhati politik lainnya, Sayuti Una, dia tidak menampik ketika berbicara mengenai percaturab politik yang selalu saja identik dengan cost atau dana tinggi untuk mendukung strategi politik para petarung perebutan posisi wakil rakyat tersebut.
‘’Walaupun politik transaksional tidak dibenarkan, namun tidak dapat dipungkiri, dan bisa kita pastikan para bacaleg pastinya sudah menyiapkan ongkos yang tidak sedikit untuk ikut bersaing,” ujarnya.
    Namun ditegaskannya, dalam pemilihan wakil rakyat, terlebih di daerah seperti ditingkat kabupaten, masyarakat menurutnya akan lebih mengutamakan populasi bacaleg yang akan menjadi pilihannya, terlebih lagi dengan banyak nya bacaleg yang tersebar hampir di setiap daerah, maka hal itu akan menjadi keleluasaan tersendiri bagi masyarakat dalam menentukan pilihannya.
    Selain itu dia juga mengatakan, kedekatan emosional masyarakat terhadap caleg di daerah akan lebih menentukan elektabilitas seorang caleg, dengan demikian dikatakannya, populasi atau lingkungan asal maupun penyebaran hubungan keluarga atau kesukuan seorang caleg akan menjadi factor penting dalam menunjang peluang keterpilihan caleg.
    ‘’Ketika kita bicara soal kedekatan emosional atau primordial, maka khusus untuk pilleg di daerah, finansial sepertinya tidak akan begitu berpengaruh lagi, sebab masyarakat cukup banyak yang mengenal langsung bacaleg yang akan dipilihnya nanti. Kondisinya berebeda dengan pemilihan kepala daerah maupun calon legislatif pusat, dimana masyarakat lebih banyak yang tidak mengenal calon pilihan ketimbang yang mengenal, maka wajar saja finansial yang justru menjadi petokan masyarakat,” pungkasnya.(men)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)