Kerinci Pos

Pemuda Dua Desa Bentrok

Topan Merangin | Senin, 27 Mei 2013 - 12:18:50 WIB | dibaca: 272 pembaca

KERINCI-Bentrok antar pemuda di Kabupaten Kerinci, kembali terjadi. Kali ini, bentrokan tersebut melibatkan pemuda di Desa Pulau Sangkar, dengan pemuda Desa Lubuk Paku, Kecamatan Batang Merangin.
Akibatnya, Juned Bin Syamsudin (21), warga Desa Lubuk Paku, terpaksa dilarikan kerumah sakit untuk menjalani perawatan secara itensif, karena mengalami luka-luka dibagian wajahnya, yang diduga akibat terkena pukulan.
Sedangkan tiga pemuda yang berasal dari Desa Pulau Sangkar, juga mengalami luka lebam ditubuh mereka. Hanya saja ketiga pemuda tersebut, tidak sampai dilarikan kerumah sakit, lantaran cidera yang mereka alami tidak parah.
Aksi perkelahian ini, nyaris menyebabkan terjadinya perperangan antara warga Desa Pulau Sangar dan Desa Lubuk Paku, yang desanya masih bertetangga tersebut. Namun hal tersebut bisa segera diatasi oleh petugas Polsek setempat.
Pengendara yang melintas pada saat kejadian, sempat merasa khawatir akan menjadi sasaran amukan massa, karena jumlah warga yang berada dijalan sangat banyak. ”Sepertinya warga akan saling serang, karena banyak sekali yang turun ke jalan,” ujar Eko, pengendara yang melintas di daerah tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Batang Merangin, IPTU Asmar Haitami, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. ”Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (23/5) sore kemarin,” terang Kapolsek Batang Merangin.
Dikatakannya, terjadinya bentrokan yang melibatkan enam pemuda yang berasal dari Desa Pulau Sangkar, dan dua pemuda yang berasal dari Desa Lubuk Paku, diduga karena saling ejek sehingga terjadi perkelahian.
”Kejadiannya di perbatasan Desa Lubuk Paku. Saat itu pemuda Desa Pulau Sangkar melintas dengan mengendarai sepeda motor. Usai terjadi bentrok, pemuda tersebut langsung melarikan diri ke kampung mereka,” jelasnya.
Untuk mencegah agar bentrok tidak kembali terjadi lanjutnya, pihaknya langsung mengumpulkan Kepala Desa, tokoh masyarakat dan kedua pemuda setempat, agar membendung masyarakat supaya tidak saling serang.
”Kasus ini sekarang masih ditangani oleh Polsek Batang Merangin. Untuk mengatasi hal yang tidak diinginkan, kami sudah meminta tambahan pasukan dari Mapolres Kerinci, sementara kondisi di lapangan masih terkendali,” pungkasnya. (rco)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)