Berita Utama

Menuju Produksi, Antam Butuh Kebersamaan

Topan Merangin | Selasa, 28 Mei 2013 - 16:33:50 WIB | dibaca: 300 pembaca

BANGKO-PT Antam Tbk (Aneka Tambang) yang telah lama  melaksanakan eksplorasi didua kabupaten di Provinsi Jambi, Merangin dan Sarolangun, besar kemungkinan akan meningkatkan tahapannya ke Ekspoitasi.
    Ini sebagaimana yang disampaikan oleh Yemo Wakulu, CSR PT Antam Tbk kemarin saat berkunjung ke kantor Merangin Ekspres.
    Dalam lawatan singkatnya itu, Yemo menjelaskan jika tahun 2014 merupakan batas akhir ijin eksplorasi yang diberikan pemerintah kepada pihak Antam. Seiring dengan itu, besar kemungkinan jika PT Antam Tbk akan meningkatkan tahapannya menjadi eksploitasi.
    ‘’Saya tidak bisa mengatakan seratus persen eksplotasi atau produksi, tapi kenyakinan saya jika nantinya Antam akan meningkatkan menjadi eksploitasi,’’ujarnya.
    Dikatakan Yemo, untuk melanjutkan ke ijin eksploitasi banyak hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah cadangan terukur dari emas yang ada di dua Kabupaten itu. Sedikitnya, cadangan emas terukur itu harus mencapai usia tambang sekitar 20 tahun.
    Selain cadangan emas terukur, kebersamaan juga sangat diperlukan oleh perusahaan plat merah ini. Yemo mengatakan, dukungan semua pihak, baik itu pemerintah, masyarakat dan lainnya juga sangat dibutuhkan untuk Antam bisa melakukan produksi.
    ‘’Selain cadangan terukur, dukungan dan kebersamaan juga kita butuhkan. Kalau masyarakat dan pemerintah tidak mendukung, bagaimana Antam bisa melakukan proses produksi,’’katanya.
    Banyak hal yang akan diuntungkan jika Antam benar benar melakukan proses produksi di Kabupaten Merangin dan Sarolangun. Yang utama adalam peningkatan ekonomi masyarakat.
    Dijelaskan Yemo, jika nanti PT Antam Tbk melakukan produksi di Merangin dan Sarolangun, maka ribuan orang dari dua kabupaten ini besar kemungkinan akan diperkerjakan di PT Antam. Selain itu, para petani dan pedagang juga akan diuntungkan dengan kehadiran PT Antam di Merangin dan Sarolangun.
    ‘’Kalau tenaga kerja sudah pasti banyak terserap, untuk petani, tentu akan membawa berkah. Karena kita nantinya akan membeli segala sesuatu di dua Kabupaten ini,’’katanya.
    ‘’Contohnya pisang, kalau tenaga kerja kita seribu orang, dalam satu hari Antam membutuhkan tiga ribu buah pisang. Harga satu buah pisang dibeli dengan harga seribu rupiah, bayangkan sendiri berkahnya,’’.
    Lebih lanjut dikatakan Yemo, dari sisi ekonomi masyarakat akan terbantu dengan kehadiran PT Antam. Sementara dari sisi pemerintah, dua Kabupaten itu akan mendapatkan dana bagi hasi (DBH) dari kehadiran PT Antam.
    Disinggung mengenai limbah, Yemo memastikan jika PT Antam Tbk dalam melakukan produksi tidak akan mencemarkan limbah, terutama sungai. Pihak Antam secara internasional telah mendapat predikat terbaik untuk masalah limbah.
    ‘’Kita mendapat predikat baik dari internasional, itu bisa dilihat di Pongkor yang menjadi tempat produksi emas PT Antam. Lingkungan tentu akan kita jaga,’’jelasnya.
Sementara itu, General manager (GM) Merangin Ekspres (ME), Asep Nurkamil menyambut baik rencana produksi PT Antam di Merangin karena akan meningkatkan perekonomian masyarakat Merangin itu sendiri.
Namun dia berharap agar segala sesuatu proses yang dilaksanakan PT Antam agar sesuai prosedur dan tetap ramah lingkungan.
‘’Kita semua berharap agar PT Antam bisa melakukan produksi dan meningkatkan perekonomian masyarakat, namun kita juga meminta agar PT Antam dapat menjaga lingkungan dan tidak mencemarkan sungai,’’katanya.(top)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)